Tim Hacker China Mencuri 614 GB Data Rudal US NAVY

Tim Hacker China mencuri 614 GB Data Rudal US NAVY

Data yang dicuri terkait dengan peperangan bawah laut dan termasuk informasi rahasia tentang rencana masa depan mengenai pengembangan rudal anti-kapal supersonik yang seharusnya digunakan pada kapal selam AS pada tahun 2020, dilansir dari The Washington Post.


Kontraktor yang ditargetkan menurut pejabat AS yang tidak disebutkan namanya bekerja untuk Naval Undersea Warfare Centre (NUWC), pusat penelitian, pengembangan, pengujian dan evaluasi, rekayasa dan armada pendukung untuk kapal selam, sistem bawah laut otonom, dan sistem senjata ofensif dan defensif yang terkait dengan peperangan bawah laut.

Baca Juga : Hacker Dibalik Peretasan Video Vevo Youtube Akhirnya Di Tangkap!

Investigasi awal menunjukkan bahwa peretas mencuri data sebesar 614 gigabita yang disimpan di jaringan tidak berbintang milik kontraktor. Data tersebut terkait dengan proyek yang sedang berlangsung yang disebut Sea Dragon serta data sinyal dan sensor, informasi ruang radio bawah laut yang berkaitan dengan sistem kriptografi, dan perpustakaan perang elektronik kapal selam Angkatan Laut kapal selam, l

Namun , sayangnya pihak Washington Post menahan diri untuk meneribitkan detail lebih lanjut tentang peretasan yang dilakukan Hacker asal tiongkok tersebut , dan mereka malah setuju untuk menutup detail spesifik tentang proyek rudal yang berhasil di curi.

Baca Juga : Typical Kembali Beraksi ! , Situs Garena Malaysia & Pilhipina Kini Diretasnya

Perang cyber antara Cina dan Amerika Serikat telah berlangsung bertahun-tahun, sebelumnya,ini terlihat dimana  National Security Agency (NSA) meretas tiga operator telepon seluler utama dalam perburuan jutaan data SMS.

Pada Mei 2013, serangan balik pun terjadi dimana peretas China memperoleh akses ke sistem persenjataan sensitif Amerika Serikat. Dalam serangan itu, lebih dari 24 sistem kunci untuk senjata terpengaruh termasuk sistem untuk jet tempur, pertahanan rudal, kapal angkatan laut dan helikopter.

Pada bulan Maret tahun ini, grup peretasan APT15 yang diketahui terkait dengan intelijen China disalahkan karena mencuri informasi rahasia terkait teknologi militer Inggris dengan mengorbankan komputer kontraktor pemerintah Inggris dan meluncurkan serangan berbasis malware.

source : Hackread , The Washington Post

Disclamer And Support:

Semua artikel dalam Situs kami dilindungi oleh Google DCMA, Jika ada oknum yang copas tanpa seizin admin mohon segera diubah / dilaporkan sebelum blog kalian down.Dukung kami dengan memberikan komentar , Donasi , dan Follow

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Berlangganan newsletter kami

Notification
Agar Tidak Ketinggalan Postingan / Artikel Terupdate Dari Kami Kliknya follow
Done