Staff Kementrian Jepang Korupsi 1 Miliar Demi Item Gacha Game Smartphone

Staff Kementrian Jepang Korupsi 1 Miliar Demi Item Gacha Game Smartphone

Tekloggers | Gacha atau item dalam sebuah permainan memang salah satu faktor penting dalam memenangkan setiap mission dalam gim itu sendiri tapi bagaimana jadinya jika Gacha menjadi salah satu alasan seseorang untuk menggelapkan dana atau melakukan korupsi.

Yap , pasalnya Staff Kementrian Pendidikan , Kebudayaan , Olahraga, Sains , dan Teknologi , menggelapkan uang sebesar 7,7 Juta Yen untuk membayar tagihan game smartphone.

Baca Juga : Terungkap! Sosok Hacker Dibalik Serangan WannaCry & SONY

Menurut laporan mereka menggelapkan uang tersebut dikarenakn terbebani oleh item pada game, mereka menggelapkan uang sekitar 7,7 juta yen atau sekitar 1 milyar rupiah yang di kumpulkan dari orang tua siswa dengan alasan tertentu agar orang tua siswa mamu membayar uang tersebut , namun hal itu pun akhirnya diketahui dan diberhentikan.

Baca Juga: 10 Top Gamers Cewek Cantik Asal Indonesia Ini Punya Skill Tinggi

 Menurut survei kementerian, para pejabat menjelaskan bahwa mereka telah mengabdikan diri untuk membayar tagihan game smartphone. Karena staf telah membayar jumlah penuh, universitas tidak akan dikenakan biaya kriminal.

Penipuan tersebut dilakukan dalam rangka membantu siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan belajar di luar negeri , nah uang yang telah dibayarkan tersebut untuk mengelola sponsorship pendidikan malah di korupsi atau penggelapan,dari jumlah tersebut sekitar 460 ribu yen atau sekitar 60 juta telah di korupsi pada bulan April tahun ini.

Lalu penipuanpun ditemukan , yap pasalnya rekening catatan trankaksi tidak di temukan , dan setelah di selediki oleh tim investigasi mereka pun mengakui penggelapannya dan mengatakan bahwa uang tersebut digunakan untuk membayar tagihan item pada ponsel pintar untuk membeli sebuah item premier,begitulah menurut pelaku.

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Disqus Comments