Benarkah Game Hanya Merusak? Tapi Kok Banyak Yang Kaya Karena Game


Tekloggers - Hello kembali lagi dengan loggers yang akan memberikan sebuah informasi menarik seputar video gim , berita paling fresh dari teknologi , dan opini opini terkait dunia maya.Pernahkah kalian mendengar pertanyaan atau stigma buruk tentang game? mulai dari dampak dari para pemain yang di cap jelek oleh masyarakat atau bahkan keluarga , bahkan karakter dan konten atau tema game itu sendiri dipermasalahkan.

Seperti mulai adanya pemberitaan buruk akan dampak game , atau bahkan yang baru baru ini tersebar kabar mengenai game battle royale seperti PUBG akan diblokir, dan ternyata malah hoax.

Nah jadi pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas tentang benarkah game itu hanya merusak? tapi pada kenyataanya banyak atau ada sih beberapa orang yang dapat sukses hanya karena bermain game?...

Stigma Buruk Pada Game

Di tengah masyarakat yang sudah serba digital ini tidak heran kita seringkali melihat penampakan dimana game menjadi hal yang sangat dominan baik itu dilingkungan sekolah , keluarga ataupun sosial masyarakat.

Yap , itu sebenarnya memang bukan salah kita ataupun salah seorang game develepornya yang malah membuat game tersebut dan akhirnya banyak orang yang memainkan game tersebut.

Karena sudah dari tahun 1980-an video gim sudah menjadi bisnis yang menguntungkan pada saat itu dengan diperkenalkanya esport untuk pertama kalinya , dimana saat itu saja partisipasinya sudah sangat banyak baik dari perusahaan yang ingin mempromosikan gamenya dan juga para gamers yang ingin bersaing dan berkompetisi di liga game besar.

Dan hingga era sekarang pun tetap tidak berubah justru game semakin berkembang dan sudah mulai dilirik oleh pemerintah kita,tapi kok masih ada saja stigma buruk untuk game???.Diambil dari presepsi orang terkadang berbeda-beda dan tergantung dari individunya juga sebenarnya seperti untuk apa mereka bermain game tersebut , dan berapa lama mereka menghabiskan waktu mereka di dalam dunia maya tersebut.

Itu yang menjadi pertanyaannya , kembali lagi ke diri kita masing - masing terkadang ada orang yang memainkan game hanya untuk menghilangkan penat atau mencari kesenangan saja , dan ada juga tipe pemain yang terlalu serius dengan game tersebut sampai lupa akan segala hal di dunia nyata.

Dan kedua hal tersebut memang memberikan dampak negatif dan positif tergantung ke arah mana kita memainkanya , untuk dampak negatifnya sendiri sudah banyak sekali studi yang membahas mengenai akibat dari game .

Salah satunya dari American Academy of Neurology yang dalam risetnya mengatakan bahwa bermain game secara berlebihan tidak hanya berdampak pada perilaku remaja , tetapi juga otak remaja itu sendiri.

mereka mengatakan bahwa bermain game dapat mempengaruhi dopamin pada otak (neurotransmiter yang membantu mengontrol pusat kepuasan dan kesenangan di otak) , “Otak seolah mendapat pesan untuk memproduksi neurotransmiter penting ini dalam jumlah yang lebih sedikit. Hasil akhirnya, gamer bisa berakhir pada kekurangan pasokan Dopamin,” Amy Paturel.

Dan masih banyak studi studi lain yang memberikan gambaran mengenai dampak buruk dari bermain game , tetapi secara real kita bisa membuat kesimpulan selain kesehatan gim juga dapat membuat seseorang susah untuk bersosialiasi di masyarakat karena mungkin waktunya dihabiskan di dunia maya saja.

ok itu sedikit penjelasan mengenai dampak negatifnya , lalu apa sih dampak positif dari game?.

Kaya Karena Game Kok bisa?

Nah ini dia yang paling kalian tunggu , pada awal postingan loggers menulis bahwa esport sudah diperkenalkan sejak tahun 1980-an dimana tujuan dibentuknya esport pada saat itu untuk membangun komunitas , memperkenalkan atau mempromosikan game kepada masyarakat , dan sebagai salah satu peluang bagi para gamers untuk menunjukan kebolehanya sehingga bisa menjadi orang sukses karena game.

Menurut data yang didapat dari Major League Gaming menyatakan  partisipasi esports pada tahun 2019 diperkirakan ada 427 juta orang di seluruh dunia dengan 85% pria dan 15% wanita, dengan mayoritas pemirsa berusia antara 18 dan 34 tahun.

Belum lagi yang semakin meningkatnya platform ataupun media yang mendukung perkembangan game seperti Youtube dan yang baru adalah Twitch.Dan dilansir dari beberapa data esport dapat menghasilkan pendapat sekitar US $ 325 juta atau sekitar 4,6 miliar untuk tahun 2015.

Dan bukan cuma itu saja ada banyak cara dan jalan yang dapat menghasilkan uang hanya dengan bermain game seperti dengan membuat konten video tentang bermain game di youtube seperti yang mungkin kalian kenal Jess No Limit seorang youtuber pemain Game Mobile Legends ,ataupun Reza arap , Sarahviloid , Soapking , dan lain-lain.

Mereka semua dapat meraup jutaan rupiah hanya dengan membuat konten video game yang mereka buat.

Kesimpulan


Jadi kesimpulannya,baik itu stigma buruk ataupun dampak positif dari game itu semua tergantung dari kalian para pemain ataupun para masyarakat yang memberikan kesan kepada game tersebut.

Kalau dibilang game itu hanya merusak itu ya relatif , tergantung dari para penggunanya juga kalau mereka hanya menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game saja tanpa membagi waktunya untuk kehidupan nyatanya ya itu juga salah dan kalian malah membuat game itu terlihat menjadi sampah di mata orang lain.

Dan lagi jika kalian berfikir untuk mendapatkan uang dari bermain game itu mudah itu juga salah karena seorang game developer saja untuk membuat game memerlukan waktu dan juga ratusan coding yang dibuat.

Bukan cuma develepor , seorang atlit esport pun juga tidak mudah hingga menghasilkan ribuan dollar , tentunya mereka perlu berlatih untuk mengasah skill , fisik , menjaga penampilan , team work dan banyak hal lainnya.

Ok sekiranya itu saja dari kami jika ada hal yang ingin kalian ungkapkan mengenai game silahkan kalian tulis di kolom komentar dan jangan lupa untuk share ke orang lain jug ya.

Posting Komentar

0 Komentar