Review Violet Evergarden Gaiden: Pengantar Surat, Pembawa Kebahagian

Review Violet Evergarden Gaiden: Pengantar Surat, Pembawa Kebahagian
Review Violet Evergarden Gaiden

Kembali lagi di segmen review mingguan kita, kali ini yang ingin penulis bahas adalah salah satu film anime garapan Kyoto Animation(KyoAni) berjudul Violet Evergarden Gaiden: Eien to Jido Shuki Ningyo (Side-Story: Eternity and the Auto Memories Doll).

Film karangan cerita Kana Akatsuki ini sempat mengalami masalah terkait insiden kebakaran pada  studio Kyoto Animation.Meski begitu mereka tetap merilisnya pada 6 September 2019 lalu , sedangkan di Indonesia baru  hadir awal tahun ini.

Terus gimana sih isi cerita ini? bagus atau enggak? daripada bingung yuk cek ulasan penulis kami berikut ini:

Plot Cerita


Sebelum memulai, pastinya kalian sudah tau kalau Violet Evergarden punya versi serial animenya.Yups, di movie ini secara keseluruhan mengambil latar yang sama dimana Violet  masih bekerja sebagai seorang penulis surat.

Namun kali ini membawa cerita yang lebih mendalam dan ngefeel banget di ending.

Cerita bermula pada seorang gadis bernama Isabella York, seorang putri kerajaan yang digambarkan selalu sendirian.Waktu itu Isabella mengemba ilmu etika di sekolahnya.Karena beberapa minggu lagi pesta dansa besar akan dimulai maka dipanggilah Violet untuk mengajarnya.


Di awal pertemuan memang tidak berjalan lancar, sifat Isabella yang tak sabaran dan suka menyendiri sangat susah diatur oleh Violet.Begitupun ketika di sekolah, meski soerang putri ia justru tidak memiliki teman ataupun kegembiraan.

Hari pun berlalu, lambat laun Isabella mulai mengetahui kebenaran dari Violet yang dari awal seorang yatim piatu dan kehilangan dua tanganya di medan perang.


Namun, Isabella masih belum menerima Violet sepenuhnya.Karena menurutnya, Violet diberkahi dengan kemampuan yang lebih sedangkan dirinya tidak bisa apa-apa.

Lambat laun, Isabella yang melihat kesabaran violet mulai menaruh kepercayaan kepadanya.Ia mulai menceritakan masa lalunya sebelum menjadi seorang putri kerajaan.

Kisah Gadis Pungut yang Menjadi Seorang Putri


Isabella sebenarnya sama seperti Violet dirinya adalah bekas tentara yang hidup di pinggiran kota tanpa memiliki sosok orang tua.Nama aslinya adalah Eiimi Bartlett dan memiliki adik bernama Taylor Bartlett.

Taylor Bartlett pun bukan adik kandungnya, melainkan seorang anak terlantar yang ditinggali orang tuanya ketika perang.Kala itu Eiimi dengan suka rela mengasuhnya meski hidupnya sebatang kara.


Hingga beberapa tahun kemudian, keadaan ekonomi mereka pun menipis, mungkin hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka mati kelaparan.Namun takdir berkata lain, sebab pada saat itu juga Eiimi diadopsi oleh seorang Raja dan mengemban nama "Isabella Bartlet".

Sebagai gantinya, adiknya yakni Taylor akan diasuh oleh panti khusus dari kerajaan.Oleh sebab itulah dirinya mulai murung dan tak punya semangat hidup lagi.


Ketika pesta dansa selesai dengan sempurna, sebelum pulang Isabella meminta Violet untuk menuliskan sebuah surat kepada adiknya Taylor.Disinilah kemampuan sebenarnya dari karakter ikonis muncul.Sebuah pesan singkat bermakna ini akan tersampaikan pada hati nan jauh disana.

Bahkan adiknya kala itu sempat menangis membaca surat tersebut, dan kemudian memotivasi dirinya untuk menjadi seorang pengatar surat.

Sebuah Impian Pengatar Surat yaitu "Membawa Kebahagaian"


Sekitar 2 tahun berlalu sejak kejadian itu, kini Taylor sudah tumbuh besar ia mulai memberanikan diri untuk pergi dari Panti Asuhan menggunakan peta dan kapal.Tujuanya adalah ke tempat Benedict sang pengantar surat.

Sesampainya disana Taylor langsung meminta kepada Violet untuk dipekerjakan sebagai pengantar surat layaknya Benedict.


Meski sempat ditolak , namun impian Taylor kini terwujud ia berhasil menjadi seorang pengantar surat bersama dengan 'masternya' Bennedict'.Ketika ditanya alasan kenapa ingin menjadi tukang pos,jawaban Taylor sangat simpel yaitu "pengantar surat itu adalah pembawa kebahagiaan".

Beberapa minggu kemudian, Taylor kembali mengingat kakaknya Issabela dan ingin membalas surat dua tahun yang lalu.Namun, uniknya ia yang membawa suratnya sendiri bersama dengan Benedict ketempat Issabela berada.


Well, di ending inilah kalian nantinya bakal ngeliat sendiri betapa ngefeelnya kisah kakak beradik tersebut.Secara keseluruhan anime ini sangat direkomendasikan, terutama bagi kalian yang suka sama cerita ringan namun tetap dapet "drama panggungnya".

Soundtrack & Grafis


Untuk penilaian soundtrack sama grafis gak perlu diragukan lagi , Kyoto Animation selalu membawa visual grafisnya yang sangat memanjakan mata.Efeknya tak terlalu lebay alias lebih condong dan menyatu ke "alam".

Sedangan soundtracknya membawa lagu berjudul "Amy" yang dinyanyikan oleh Minohara Chihara ketika penghujung film.

Kesimpulan & Skor


Film ini juga membawa hikmah kepada penontonya, bahwasanya yang memiliki kemewahan belum tentu dapat hidup bahagia.Kebahagian itu tidak bisa diukur dari seberapa banyak gelar dan harta yang kita punya.Melainkan sebuah kenangan yang terkumpul didalamnya(anjay).

Kalau boleh jujur film garapan KyoAni  ini memang cocok banget kalau dibandingkan dengan Tenki No Ko karangannya Makoto Shinkai.Berikut adalah skor akhir menurut saya:


85%
Dramatics

Creator Score

Good Job For KyoAni .
  • Grafis
  • Karakter
  • Plot Cerita
  • Soundtrack

Suka sama Artikel Kami Diatas?

Yuk Follow Juga Akun Sosial Media Kita Di Facebook dan Instagram.
Bantu juga Tekloggers untuk tetap hadir dengan Berdonasi.Kami juga buka untuk pemasangan iklan loh.