Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Virus Corona Ganggu Jadwal Rilis PlayStation 5 dan Xbox Series X

Tekloggers | Wabah virus Corona kini semakin meningkat hingga menganggu sektor industri yang ada di china, salah satu sektor industri yang terdampak adalah Sektor manufaktur China memang bertanggung jawab atas produksi sejumlah produk elektronik konsumen dunia, di antaranya PlayStation 5 dan Xbox Series X.

Pihak Micorosft dan Sony mengeluh lantaran pasokan produknya dari china terhambat. Seperti yang kita tahu bahwa perakitan perangkat keras atau hardware perangkat elektronik yang ada dan dipasarkan saat ini, hampir 100 persen dilakukan produksinya di China. Walaupun sebagian besar video game dibuat di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang, namun ada juga konsol video game yang outsourcing ke China. Sekitar 30-50 persen penciptaan karya berasal dari Perusahaan yang ada di wilayah China.

“Jika penutupan (perusahaan) lebih dari sebulan atau lebih, jadwal game bisa ditunda. Konsol baru kemungkinkan mengalami masalah gangguan pasokan, menjelang rencana peluncuran musim gugur 2020,” kata pihak Jefferies Group

Hal terakhir yang diinginkan baik oleh Microsoft maupun Sony adalah harus memberi tahu pelanggan mereka yang bersemangat bahwa Xbox Series X atau PlayStation 5 dapat ditunda hingga 2021. Jika virus corona mempengaruhi produksi mereka, ada kemungkinan terbatasnya jumlah konsol generasi berikutnya yang akan tersedia pada saat rilis, yang terlepas dari penyebab tragis di baliknya masih akan diterima dengan banyak kritik.

Selain PlayStation5 dan Xbox Series X, Nintendo juga mengumumkan penundaan produksi akibat corona virus. Hal tersebut terjadi, karena Foxconn telah mengkarantina pekerjanya di sana. Pengiriman konsol switch mengalami penundaan pengiriman ke Jepang. Sementara untuk iPhone yang juga diproduksi di China, dipresiksi juga akan terpengaruh jadwal produksi yang sudah direncanakan.

 “Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua orang dan mematuhi langkah-langkah pencegahan virus oleh pemerintah, kami mendesak Anda untuk tidak kembali ke Shenzhen,” tulis perusahaan kepada para karyawan.

View Non Amp Version