Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion
Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Kembali lagi segmen review mingguan dari Tekloggers, film yang akan dibahas adalah "1917" sebuah karya kreatif dari Sam Mendes sebagai penulis sekaligus sutradaranya.Film ini sendiri sudah dirilis 18 Januari 2020 lalu di Indonesia.

Sesuai judulnya 1917 mengambil setting pada Perang Dunia Pertama.Terus gimana sih isi atau impresi dari film ini? daripada kelamaan yuk langsung kita bahas aja.

Plot Cerita 

Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Soal plot cerita gak bakal saya bahas panjang.Karena meskipun mengambil tema perang, ceritanya justru simpel.1917 berfokus pada puncak Perang Dunia Pertama, dimana dua kopral muda asal Inggris dipanggil oleh Jenderal untuk mengemban misi berbahaya.

Oh iya dua kopral ini awalnya berada di Tim 8 atau tempat paling jauh dari pertempuran.Namun, semua berubah ketika Blake si kopral pertama disuruh untuk menuju frontline demi menghentikan serangan atau invansi kepada Jerman.

Awalnya Blake ragu untuk mengambil misi tersebut, tapi sang Jenderal meyakinkannya bahwa tentara Jerman di garis depan sudah mundur, ditambah saudaranya yaitu Letnan Blake juga berada di garis depan sebagai tim penyelamat.

Mereka berdua pun menyiapkan supplies , mulai dari senjata , perlengkapan , suar beserta surat perintah untuk menghentikan serangan terhadap Jerman.

Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Well, di awal cerita emang gak terlalu menegangkan , karena saat menyusuri medan sebelum mencapai garis depan mereka berdua hanya dihadang oleh berbagai macam parit dan jebakan.

Hal itu tak berlangsung lama, ketika mereka berhasil melewati parit di frontline dan memasuki pemukiman.Karakter utama yakni Blake telah tumbang di tempat, jujur matinya pun sangat konyol.Lah kok konyol? yups si Blake ini mati karena ingin menyelamatkan tentara Jerman yang sekarat terbakar.

Padahal temanya sudah memperingatkan untuk tidak usah menyelamatkan tentara itu, namun na'as justru ia malah ditikam ketika hendak menyelamatkannya.Pay Respect with Pressing F for Blake...

Kini tinggal tersisa satu prajurit bernama "Kopral William Schofield", sekedar fyi Will ini sebenarnya udah naik pangkat dan dapet medal.Tapi medalinya ia tukar kepada tentara Perancis hanya demi sebuah anggur.

Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Petualanganpun berlanjut kini Will ditemani oleh Kapten Smith untuk mengantarnya ke tempat Batalion yang dipimpin oleh Kolonel Mackenzie berada.Setelah sampai ia kembali sendirian, kini Will benar-benar berada di wilayah Jerman.

Satu malam penuh ia harus menyelinap , bertempur , melewati bomb yang terus berjatuhan hanya untuk mengantarkan surat kepada Mackenzie.Will tak berdaya seluruh senjatanya hilang, persediaan makanan sudah ia beri kepada wanita Perancis.

Sekitar waktu pagi, Will terus dikejar oleh tentara Jerman, melompati sungai dan hanyut bersama dengan mayat.Namun, keburuntungan berkata lain , sebab sungai itu memberikan tumpangan untuk menuju ke tempat di mana batalion gelombang akhir berada.

Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Will menarik napas lega , karena ia berhasil menyampaikan sebuah perintah dari sang Jenderal untuk mengentikan serangan terhadap Jerman.Buat kalian yang bertanya kenapa kala itu Inggris bersikeras membatalkan invansi musuh?

Simple, sebenarnya serangan Inggris ini sudah diketahui oleh Jerman , mereka sengaja membuat Inggris untuk  menyerang agar masuk ke dalam jebakannya.Kalau serangan tetap dilakukan bisa jadi 1.600 tentara termasuk Will dan Blake gugur disitu.

Karakter

Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Seperti biasa Sam Mendes selalu serius dalam membuat sebuah narasi , uniknya di film ini banyak bintang dan aktor besar yang ikut serta di 1917.Salah satunya Benedict Cumberbatch(pemeran Doctor Strange) disini ia menjadi Kolonel Mackenzie.

Ada juga Dean-Charles Chapman(pemeran di Game Of Thrones) sebagai Kopral Thomas "Tom" Blake.Biar gak ribet , berikut adalah daftar aktris dan pemerannya:
  • George MacKay sebagai Kopral William "Will" Schofield
  • Dean-Charles Chapman sebagai Kopral Thomas "Tom" Blake
  • Mark Strong sebagai Kapten Smith
  • Andrew Scott sebagai Letnan Leslie
  • Richard Madden sebagai Letnan Joseph Blake
  • Colin Firth sebagai Jendral Erinmore
  • Benedict Cumberbatch sebagai Kolonel Mackenzie
  • Daniel Mays sebagai Sersan Sanders
  • Claire Duburcq sebagai Lauri
  • Adrian Scarborough sebagai Mayor Hepburn
  • Jamie Parker sebagai Letnan Richards
  • Michael Jibson sebagai Letnan Hutton
  • Richard McCabe sebagai Kolonel Collins
  • Chris Walley sebagai Perwira Bullen
  • Nabhaan Rizwan sebagai Sepoy Jondalar
  • Michael Cornelius sebagai Perwira Cornelius

Grafis & Soundtrack

Dari segi visual dan soundtrack juga tak banyak yang bisa dikomentari.Dalam durasi sekitar hampir 2 jam, film ini sudah berhasil memanjakan mata penonton dengan menyajikan keadaan Perang Dunia Pertama yang sebenarnya sangat menakutkan.

Hal itu pun didukung dengan adanya soundtrack dan backsound yang tepat.

Some Quotes:

For Lance Corporal Alfred H. Mendes
1st Batalion King's Royal Rifle Corps
Who Told Us The Stories

Kesimpulan & Skor

Review 1917 : Satu Orang Penyelamat Satu Batalion

Sebelum meberikan skor, sebenarnya para kritikus dunia sudah memberikan review yang sangat positif dari film ini.Versi Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 89%, berdasarkan 408 ulasan, dengan rating rata-rata 8,35/10. Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 78 dari 100.

Oh iya sekedar informasi kalau film 1917 juga memenangkan 7 nominasi sekaligus di BAFTA Awards.Berikut adalah skor akhirnya menurut pendapat pribadi saya:





86%
Marvelous

Creator Score

Not bad and still recomended
  • Plot Cerita
  • Karakter
  • Grafis
  • Soundtrack

Suka sama Artikel Kami Diatas?

Yuk Follow Juga Akun Sosial Media Kita Di Facebook dan Instagram.
Bantu juga Tekloggers untuk tetap hadir dengan Berdonasi.Kami juga buka untuk pemasangan iklan loh.