500 Ribu Akun Zoom Bocor dan Diperjualbelikan di Dark Web

500 Ribu Akun Zoom Bocor dan Diperjualbelikan di Dark Web
500 Ribu Akun Zoom Bocor dan Diperjualbeikan di Dark Web

Kabar tak sedap hadir dari aplikasi yang saat ini tengah naik daun yakni Zoom.Belakangan ini aplikasi video call tersebut memang menuai kontraversi karena perusahaan besar sekelas Google dan Tesla melarang karyawannya untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Mengutip dari The Independent via Indozone, telah dilaporkan bahwa perusahaan keamanan Cyble telah mengemukan setidaknya 530 ribu data pribadi beserta akun pengguna aplikasi Zoom yang diperjualbelikan di dark web.

Data yang dijual itu mencakup email, password , link url rapat , hingga host key pengguna Zoom.Parahnya, hal ini sudah terlacak sejak 1 April 2020 silam, artinya bisa saja data yang bocor lebih banyak lagi.

500 Ribu Akun Zoom Bocor dan Diperjualbeikan di Dark Web

Mereka bahkan mengungkapkan deretan harga setiap akun yang dijual di dark web yakni sekitar US$0,002 per akun atau Rp31.45. Bahkan tak sedikit yang diberikan secara cuma-cuma kepada peselancar dark web.

Cyble juga mengatakan bahwa data-data tersebut bukanlah hasil peretasan atau hack.Melainkan dari data yang bocor akibat kerentanan sistem pada aplikasi Zoom itu sendiri.

Melihat hal ini tak heran kenapa Google bahkan Tesla melarang karyawannya untuk menggunakan aplikasi Zoom.Mengingat masih banyak sekali kerentanan yang hadir pada platform tersebut.

Suka sama Artikel Kami Diatas?

Yuk Follow Juga Akun Sosial Media Kita Di Facebook dan Instagram.
Bantu juga Tekloggers untuk tetap hadir dengan Berdonasi.Yuk gabung, Tekloggers lagi butuh dua content writter nih