Review Toradora! – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya

Review Toradora! – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya
Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Anime yang membawa tema slice-of-life atau penggalan hidup harusnya pantas kita ancungi jempol, karena sang kreator mampu menarik ratusan ribu pembaca hanya dengan cerita ringan yang mendasari kisah kita sebagai manusia sehari-hari. 

Pada segmen review kali ini saya ingin membahas salah satu serial adaptasi novel ringan berjudul Toradora! karangan Yuyuko Takemiya (terbit sejak 10 Maret 2006), sementara versi animenya digarap oleh studio J.C Staff dengan total 25 Episode. 

Ulasan Toradara yang panjang ini dijamin bakal aman dari spoiler, karena saya hanya akan memberikan beberapa sudut pandang dan pesan yang bisa kita ambil setelah menonton serial ini.

Plot Cerita & Karakter 

Toradora mengisahkan kehidupan dua orang murid cowok dan perempuan yang memiliki sifat yang sangat berbeda dari penampilan fisiknya. 

Pada menit pertama kita akan disuguhkan dengan karakter bernama Takasaku Ryuuji, seorang siswa sekolah menengah yang memiliki wajah menyeramkan dengan bentuk mata tajam sama seperti ayahnya.Akibat penampilan fisiknya itu, ia jadi susah dapet teman.Sekalinya mau akrab justru dikira mau malak/ngajak gelud. 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Padahal dibalik wajah premanya itu, sifatnya justru baik hati banget bak putri kerajaan.Suatu hari, ketika memasuki hari pertama sekolahnya, ia bertemu dengan seorang gadis bertubuh mungil bernama Aisaka Taiga yang mengenyam julukan “Macan di Telapak Tangan”.

Bukan tanpa alasan, meskipun tubuhnya mungil dan fisiknya terlihat lemah.Justru kekuatannya itu bisa bikin takut satu antero sekolah.Begitu juga dengan sifatnya ,sebagai perempuan Taiga dikenal dengan sifat yang kasar, masa bodo, dan berani melakukan apapun hanya demi tujuannya.

Di saat murid yang lain pulang sekolah, kelaspun sepi.Seperti biasa setelah melaporkan tugasnya, Ryuuji kembali ke kelas untuk mengambil tasnya.

Pada saat yang bersamaan Taiga mengamuk disana.Seluruh bangku dan meja terbang tepat dimuka Ryuuji. 

Entah apa yang merasuki Taiga menjadi sekesal itu, setelah sadar ternyata Taiga telah menaruh surat cinta ke tas yang salah.Yups, surat cinta yang telah dibuatnya harusnya ada didalam tas temannya Ryuji yaitu Kitamura.

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Melihat matahari yang mulai tertelan bulan, Taiga mundur dan memilih untuk tidak terus melanjutkan perkelahiannya.Tapi itu tak berlangsung lama setelah Taiga memergoki rumah Ryuuji sembari membawa katana kayu untuk membunuhnya. 

Pertarungan dan konflik pertama dalam plot akhirnya terungkap, mulai dari sini kita tahu hal apa yang akan terjadi kedepannya. 

Setelah menebas kesana-kemari , Taiga mulai lelah, sementara Ryuji meyakinkan Taiga bahwa ia tak melihat sedikitpun isi suratnya.Ia juga mengakui salah satu cewek yang ia suka sebagai gantinya.Mulai dari situlah, kesepakatan antara dua murid paling nyentrik ini pun dimulai. 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!


Sebelum lanjut, sekedar fyi si Ryuuji ini suka sama Minorin, gadis periang berambut merah yang merupakan teman dekatnya Taiga.Kedepannya, penonton akan disajikan dengan aksi komedi antara dua sahabat untuk mendapatkan orang yang mereka sukai. 

Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya 


Well, dalam kehidupan nyata ungkapan ini sering muncul tapi sayangnya gak pernah kita terapkan.Anime Toradora ini seakan memberikan kita berbagai pesan moral yang harusnya dimiliki oleh setiap manusia.

 Yaitu, tidak memandang orang berdasarkan fisik, jabatan, gender ataupun agama.Kenapa demikian? Karena di episode selanjutnya penonton akan makin diperlihatkan dengan karakter yang sebenernya sesuai banget sama realita kita. 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Contoh saja, guru dalam kelas ini yakni Yuri Sensei, meskipun wajahnya cantik penampilanya masih terlihat muda, tapi kehidupanya justru menyedihkan. 

Semasa hidupnya sebagai guru,ia gak pernah dapet hal yang bagus atau keberuntungan makanya sampe sekarang masih jomblo. 

Lanjut ada lagi gadis cantik sekaligus idol yang juga berprofesi sebagai model majalah bernama Kawashima Ami.Yups, meskipun ia nampak sebagai wanita dengan segala kesempurnaan.Tapi Ami memiliki sifat yang sangat berkebalikan dari putri cantik yang kalian idam-idamkan.

Dalam debut pertamanya penonton akan diperlihatkan betapa sombong, manja, kejam, dan egoisnya idol itu. 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Dan tentu saja dari berbagai karakter terbalik yang diperkenalkan oleh kreator, yang memiliki hidup paling sial yaa cuma dua orang tadi yakni Ryuuji dan Taiga.

Kisah antara dua sahabat itu juga mengingatkan kita bahwa gak selamanya apa yang kita rencanakan kedepan itu pasti berhasil.Gak semua keberuntungan akan selalu berpihak, kita sebagai manusia akan menempuh perjalan penuh duri tajam dengan segala kesialan jika menginjaknya.

Dalam berbagai scene, kalimat yang saya tulis tadi udah jadi makanan sehari-harinya Ryuji dan Taiga.Mulai dari sinilah saya sebagai reviewer anime ini yakin bahwa sebenarnya Tuhan itu adalah kandidat yang Maha Adil. 

Kenapa begitu? Yups , sesusah apapun masalah kita ,manusia akan selalu diperlihatkan bahwa diluar sana masih banyak orang yang memiliki beban hidup yang lebih berat dibandingkan kita.Begitu juga sebaliknya ketika kita berada paling diatas, justru kita akan diperlihatkan oleh orang yang lebih bahagia dengan kehidupan dibawah.

Jadi sebenernya manusia ini selalu berada dalam timbangan yang paling adil. Toradora juga memberi pesan moral bahwa apa yang kita anggap enak itu belum tentu enak.

 Contoh aja Taiga, ia berasal dari keluarga yang kaya raya.Tapi sepanjang hidupnya justru penuh sial, ditolak sama pacar, memiliki fisik kecil, udah gitu ditelantarin sama ayahnya sendiri.

 Taiga be like:

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

 Seperti kata Bob Marley : uang tidak bisa membeli kebahagian.

Ada juga Kitamura, laki-laki yang disukai oleh Taiga, meskipun wajahnya ganteng tubuhnya atletis, wakil ketua OSIS, udah gitu punya teman banyak bukan berarti kehidupannya tuh nikmat.Banyak penyesalan masa lalu, penolakan cinta dua kali semasa sekolah , hingga masalah keluarga yang bikin mentalnya makin frustasi aja.

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Sementara Minorin, gadis yang disukai oleh Ryuuji selalu gak bisa jujur sama perasaannya sendiri makanya dari awal episode sampai akhir sifat asli dari Minorin itu susah banget ditebak.

Sekali lagi, kreator benar-benar pintar untuk menyajikan satu panggung drama komedi berjumlah 25 episode namun sudah bisa mencakup kehidupan luas dari masing-masing karakter.

Soundtrak & Grafik 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Visual grafis adalah salah satu hal yang saya ingin kasih apresasi disini.Beruntung J.C Staff tahu banget apa yang diinginkan para penonton.Mengingat ini serial komedi-romantis, rumah produksi bisa menerapkan visual yang sedap dipandang dengan gaya khas anak sekolahan Jepang dalam kemasan klasik. 

Ya, dibandingkan pake pernak-pernik yang bikin penonton gak fokus sama cerita.Studio justru punya akal tersendiri agar penonton dapat bertahan dengan ambience visual yang dibawa dalam anime ini. 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Untuk soundtrack saya harap bisa lebih baik, Serial anime ini memiliki empat buah lagu soundtrack.Lagu opening ada ‘Pre-Parade’ dibawakan oleh Rie Kugimiya, Eri Kitamura, dan Yuri Horie, untuk lagu keduanya adalah “Silky Heart” dibawakan oleh Horie. 

Sementara dua lagu penutupnya ada "Orange" (オレンジ Orenji) oleh Kugimiya, Kitamura, dan Horie.Terakhir lagu penutup kedua berjudul “Holy Night” yang dibawakan oleh Kugimiya dan Kitamura. 

Sedikit Fakta Menarik 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Salah satu alasan kenapa anime ini sangat wajib ditonton adalah suara seiyuu-nya yang gak asing.Yups si Taiga ini ternyata diperankan oleh Kugimiya RIE, seorang seiyuu yang juga memerankan Kagura di Gintama.(yang pas ngomong selalu berakhir –aru aru gitu deh). 

Fakta kedua itu dari judulnya,menurut situs web, judul Toradora ini diambil dari tokoh utama yaitu Taiga Aisaka dan Ryuuji Takasu.Kata Taiga terdengar seperti tiger yang berarti harimau, dalam bahasa Jepang disebut tora(とら). 

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Sementara Ryuuji secara harfiah berarti anak naga, dan transkripsi kata dalam bahasa Jepang adalah doragon(ドラゴン).Jadi kalau digabungkan, tora-doragon = Toradora.Hmm make sense. 

Kesimpulan dan Skor

Review Toradora – Jangan Pernah Menilai Buku dari Sampulnya!

Untuk anime klasik dengan plot yang ciamik ini menurut saya hampir gak ada kekurangan kecuali dibagian soundtracknya yang kurang pas aja.Berikut adalah skor akhir versi saya sebagai penulis:


99%
Almost Perfect

Creator Score

Sangat rekomended ditonton dikala puasa gini , gak mengandung unsur dewasa, banyak pesan moral, nostalgia masa-masa SMK, dan kisah komedi yang pastinya seru untuk kamu ikuti .
  • Plot Cerita
  • Karakter
  • Soundtrack
  • Grafis

Suka sama Artikel Kami Diatas?

Yuk Follow Juga Akun Sosial Media Kita Di Facebook dan Instagram.
Bantu juga Tekloggers untuk tetap hadir dengan Berdonasi.Yuk gabung, Tekloggers lagi butuh dua content writter nih

Posting Komentar

0 Komentar