Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Mengunduh Manga Ilegal di Jepang Akan di Denda Rp. 262 Juta

Hadirnya situs manga bajakan membuat penikmat manga lebih mudah mengakses cerita baru yang belum diterbitkan kreator. 

Namun, tanpa kita sadari mengunduh dan mengedarkan manga secara ilegal secara tidak langsung menghentikan pendapatan sang kreator itu sendiri. 

Oleh karenanya pemerintah Jepang baru-baru ini memberlakukan undang-undang hak cipta untuk memperluas hukum bagi mereka yang mengunduh manga, majalah, dan karya akademis yang diunggah secara ilegal atau bajakan.

Undang-undang yang direvisi ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2021 mendatang. 

Selain menindak tegas orang yang mendownload manga ilegal.Pemerintah Jepang turut melarang “situs lintah”. 

Aturan bagi situs – situs yang mengumpulkan dan memberikan hyperlink ke media bajakan akan mulai berlaku 1 Oktober mendatang.

Menariknya, berdasarkan rapat kabinet, Jepang menyetujui RUU yang meresmikan hukuman untuk pengunduh musik, video, serta materi unggahan ilegal. 

Meski begitu, undang-undang ini masih memperbolehkan pengundugan beberapa panel halaman, atau sekedar memposting foto manga yang bukan fokus cerita. 

Peraturan ini juga tak berlaku untuk karya turunan seperti doujin, fanart, parodi atau karya fiksi penggemar. 

Hingga artikel ini terbit menurut laporan dari ANN, hukuman bagi pelanggar pengunduhan ilegal akan dipenjara selama 2 tahun atau denda maksimal sebesar 2 juta yen (sekitar 262 juta rupiah). 

Sementara, bagi mereka yang mengoperasikan situs lintah akan dibui selama 5 tahun dan denda maksimum 5 juta yen. 

View Non Amp Version