Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Review Chiisana Koi no Uta

Review Chiisana Koi no Uta

Yo, kembali lagi di segmen review dari Tekloggers.Hmm sudah cukup lama rasanya gw gak mengulas tontonan atau film lagi di blog ini.

Mumpung lagi senggang, gue mau sekedar share rekomendasi dan review untuk film Jepang berjudul Chiisana Koi no Uta (Little Love Song).

Well, nih film menurut gue cukup rekomended buat yang nyari genre music, anak sekolahan dengan sedikit bumbu romance.Tapi soal bagus atau enggaknya nih film, semua kembali lagi pada selera masing-masing :D.

Plot Cerita: 8/10

 

Pada menit-menit pertama, sang sutradara berhasil menarik perhatian penonton dengan memunculkan konflik dan tragedi yang bikin kita penasaran untuk terus berlanjut sampai durasi 2 jam tuh habis.

20 menit pertama, Chiisana Koi no Uta mengisahkan sekumpulan anak remaja yang membentuk band di sekolahnya.Latar waktu dan tempat yang dibawa di film ini berada di Pulau Okinawa dan mendekati hari festival sekolah.

Suatu hari, kelompok band ini dapet tawaran dari produser terkenal untuk latihan ke Tokyo.Belum kesampean, 2 anggotanya yakni Shinji dan Ryota mengalami kecalakaan.

Nah setelah konflik muncul, latar waktunya dibuat agak random (Jadi kejanggalan yang harusnya kita pertanyakan seiring berjalannya cerita berasa kek di skip).Di menit awal si vokalis yakni Ryota hilang ingatan akibat trauma berat.

 

Setelah dipindahkan ke rumah sakit, Shinji merasa gak terima kalau Ryota amnesia karena semua pembentukan band itu idenya dari dia. Shinji pun mulai berusaha buat balikin ingatan temennya yang dulu.

Setelah sadar ternyata orang yang membantu menyadarkan si Ryota ini udah….. (yak silahkan lanjut nonton :v)

Konflik yang dimunculkan di menit awal berakhir dengan singkat, selanjutnya kita akan ditawarkan dengan kenangan dan persahabatan dari sekumpulan band yang udah terpecah belah.

Karakter

Kalau masalah fan service dan cewek” cantik gue gk bisa bilang nih film rekomended, ya karena rata rata pemerannya itu cowok.Tapi berkat Shinji tontonan makin menarik karena dia punya adik yang jago gitar suara sama mukanya sama sama kawai.

Oh iya ada lagi satu cewek namanya Lisa, dia orang Amerika yang tinggal di pulau Okinawa(fyi, latar setting yang diambil disini sedikit bawa” masalah politik karena base militernya AS itu ada disana, gegara ini juga yang buat persahabatan jadi perpisahan…).

Noted: Kalau diperhatiin baik-baik, menurut gw disini scene kisah romance antara Shinji dan Lisa cukup unik, yaa gimana enggak… buat ketemuan aja harus ada perbatasan, orang AS gak boleh keluar dari tetorial markasnya buat nginjek di Okinawa.

Begitu sebaliknya si Shinji gak boleh masuk ke markas AS buat setidaknya megang tangan doi, ya jadi mereka cuma bisa bertukar lagu dan obrolan lewat tuh pager doang (*insert sad song here :’) ).Parahnya lagi mereka belum pacaran tapi udah…..

Untuk personil band dan karakter lengkapnya itu ada:

  • Hayato Sano berperan sebagai Ryota Maeshiro
  • Yuki Morinaga berperan sebagai Kotaro Ikehara
  • Anna Yamada berperan sebagai Mai Fukumura
  • Gordon Maeda berperan sebagai Shinji Fukumura
  • Jin Suzuki berperan sebagai Daiki Shinzato
  • Claire Tomiko berperan sebagai Lisa Crewson
  • Kazuhiko Kanayama berperan sebagai Masamori Ikehara
  • Kozo Sato berperan sebagai Kazuyuki Fukumura
  • Hiroko Nakajima berperan sebagai Shizuyo Fukumura
  • Misa Shimizu berperan sebagai Keiko Maeshiro
  • Masanori Sera berperan sebagai Toshihiro Nema

 

Soundtrack

Soal soundtrack gak perlu diragukan lagi kalau nih film emang bawa genre musik yang bener bener ganteng, kalau liat list soundtracknya mungkin bisa lu masukin ke playlist ya karena semua lagunya enak aja didenger.

beda sama film musik tapi lebih condong ke anransemen doang kek HaruChika contohnya.Oh iya film ini sebenernya bukan live action tapi adaptasi dari lagu karya Mongol800.

Kesimpulan & Skor

Secara keseluruhan nih film emang mantul kalau untuk tema music dan kisah persahabatan di masa-masa sekolahnya.Tapi kalau soal romance berasa kurang dapet aja.Karena di sepanjang cerita, karakternya disibukan dengan masalah yang dihadapi setelah band nya bubar.

Cuma kalau boleh berkomentar, rasanya akan lebih perfect kalau endingnya dibuat lebih wah aja gitu.Terus konflik yang muncul di awal juga belum terpecahkan sampai akhir cerita, seperti siapa dalang dibalik kecelakaannya Shinji dan Ryouta sampai amnesia itu masih belum dijawab.