Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Xiaomi Diblokir AS, Ini 3 Hal yang Perlu Mi Fans Ketahui

Pekan lalu (14/01) Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan bahwa pabrikasi ponsel Xiaomi dimasukan dalam daftar blacklist atas campur tangan hubungan militer.

Keputusan tersebut tentu membuat para pengguna Xiaomi atau kerap disebut “Mi Fans” khawatir terhadap layanan yang mereka pakai.

Namun, setelah kami telusuri daftar hitam (blacklist) tidak sama dengan Entity List yang menjerat Huawei.Lalu apa maksud dari blacklist ini? apa dampaknya bagi Xiaomi berikut 3 hal yang perlu kamu tahu:

1.Masih Memungkinkan Menggunakan Layanan Google

Entity List adalah larangan untuk melakukan transaksi apapun, termasuk jual-beli komponen hingga software dengan perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Sementara Daftar Hitam, membuat Xiaomi dan 8 perusahaan China lainnya harus melepas investor dari perusahaan AS paling lambat sampai 11 November 2021.Itu artinya Xiaomi masih memungkinkan untuk menggunakan layanan Google (Google Mobile Service).

2.Bisa Kehilangan Investor Chipsetnya

Qualcomm sendiri selaku produsen chip mobile terkemuka asal AS baru-baru ini berinvestiasi di Xiaomi dalam jangka waktu panjang.

Namun, dengan adanya Daftar Hitam yang menjerat Xiaomi, produsen chip Snapdragon dapat dipaksa untuk melepaskan investasinya paling lambat November 2021 mendatang.

Selain dari Qualcomm, Xiaomi memiliki banyak mitra lain dari AS.Dengan gugatan tersebut dapat membuat saham Xiaomi turun drastis.

3.Klarifikasi Xiaomi

Keputusan Pemerintah Amerika Serikat ini membuat Xiaomi tak tinggal diam.Lewat akun Twitter resminya, ia memberikan klarifikasi atas dugaan produknya yang berhubungan dengan militer China.

Lewat postinganya, Xiaomi menegaskan bahwa produk mereka tidak dimiliki, dikendalikan atau bahkan berafiliasi dengan militer China, dan bukan Perusahaan Militer Komunis China, jelasnya.

Sayangnya hingga artikel ini terbit kubu AS masih belum merespon tanggapan dari Xiaomi tersebut.Xiaomi sendiri menambahkan bahwa ia akan membuat pengumuman lebih lanjut jika masalah tak kunjung selesai.